Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dunia Pasir dan Api
Sebagai daerah vulkanik
terbesar di Provinsi Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki
wilayah
seluas 800 km persegi. Destinasi pariwisata yang satu ini jangan sampai
terlewatkan, terutama buat kamu yang tertarik pada aktivitas vulkanik. Kamu
dapat menyaksikan asap dan abu yang berasal dari Gunung Semeru, sebuah gunung
berapi yang masih aktif dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.
Taman Nasional Bromo Tengger
Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki
lautan pasir seluas 10 km yang disebut Tengger, tempat dimana empat anak gunung
berapi baru berada. Anak gunung berapi tersebut adalah Gunung Batok (2.470 m),
Gunung Kursi (2.581 m), Gunung Watangan (2.661 m), dan Gunung Widodaren (2.650
m). Namun, dari deretan gunung tersebut, hanya Gunung Bromo lah satu-satunya
yang masih aktif. Temperatur di puncak Gunung Bromo berkisar 5-18 derajat Celcius.
Bila kamu menuju ke arah Selatan Taman, kamu akan menemukan dataran terjal yang
terbelah oleh lembah dan dihiasi dengan danau-danau yang indah hingga mencapai
kaki Gunung Semeru.
Untuk menuju kawasan bromo
tengger semeru, kamu dapat menempuh jalur darat menggunakan kendaraan pribadi,
kereta, atau bus. selain itu kamu juga bisa menempuh jalur udara yaitu
menggunakan pesawat.
Bagi kamu yang menempuh
jalur darat menggunakan kereta, Kamu bisa memesan kereta api tujuan Stasiun
Malang. Tiba di Stasiun Malang, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan
angkutan umum ke Terminal Arjosari. Setelah itu, kamu bisa lanjut naik angkutan
umum menuju Terminal Bus Bayu Angga Probolinggo dan pindah naik angkutan desa
ke Cemoro Lawang, Ngadisari.
Jika memilih berangkat naik
bus kamu bisa memesan bus tujuan akhir Terminal
Malang, tiba di terminal malang, kamu bisa lanjutkan dengan rute yang
sama yaitu angkutan umum ke Terminal Bayu Angga dan angkutan desa ke Cemoro
Lawang.
Jika menggunakan pesawat,
kamu bisa memilih tiket pesawat tujuan Bandara Juanda Sidoarjo. Kemudian
melanjutkan perjalanan darat ke arah Terminal Bungurasih menggunakan bus Damri.
Tiba di Terminal Bungurasih, kamu bisa kembali melanjutkan perjalanan ke
Terminal Arjosari dengan bus. Sampai di sana, kamu bisa mencari angkutan umum
menuju Terminal Bus Bayu Angga Probolinggo dan berganti angkutan desa ke Cemoro
Lawang.
untuk menuju Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru, selain dengan menempuh jalur Probolinggo, tepatnya
melalui desa Ngadisari. kamu juga dapat mengambil jalur timur laut melalui
Pasuruan, tepatnya melalui desa Tosari. kemudian, Pilihan jalur terakhir yang
cukup menantang adalah melalui Ngadas.
Jalur paling populer dan
yang paling mudah adalah melalui Probolinggo, terutama bagi kamu yang
menggunakan moda transportasi umum bus. Rute Wonokitri adalah rute terdekat dan
termudah jika kamu berangkat menggunakan kendaraan pribadi dari arah Surabaya
berkisar 5 jam perjalanan. Begitu kamu tiba di daerah pedesaan tersebut, kamu
harus menyewa kendaraan 4x4 untuk memasuki jalur terjal menuju ke Gunung Bromo.
Ditaman nasional bromo
tengger semeru terdapat Laut pasir Tengger dengan luas mencapai 5,250 hektar
menjadi tempat yang sempurna untuk berjalan kaki atau menunggangi kuda bahkan
menyewa mobil jeep untuk berkeliling. kamu juga bisa mendaki ke puncak Gunung
Bromo atau bahkan ke puncak Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di
Pulau Jawa. Selain mendaki gunung, wisata alam yang ditawarkan adalah
menyaksikan indahnya matahari terbit dari Ranu Kumbolo, dimana matahari
perlahan-lahan akan muncul dari lembah di antara dua bukit, persis seperti
dalam dongeng. kamu juga bisa mengunjungi air terjun terdekat di antaranya
adalah Madakaripura, Coban Sewu, Coban Pelangi, dan air terjun Coban Jahe.
Selain semua keindahan
alamnya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga memiliki pesona kebudayaannya
sendiri. Ngadas desa yang tenang di lereng Gunung Bromo, akan memberikan kamu
pengalaman kebudayaan yang menyenangkan dan sayang untuk dilewatkan.

Comments
Post a Comment